Selamat Berpisah Wahai Sahabatku - Marlius Telaumbanua

Berisi Tentang Info Edukasi, Nias dan Hasil Karya

Rabu, 27 November 2019

Selamat Berpisah Wahai Sahabatku


Marlius T. | @Kubu - Berastagi

Kesempatan berjumpa denganmu tak pernah sedikitpun tersirat dibenakku

Bahkan tak pernah sedikitpun menjadi bayangan diantara langkahku

Sahabatku...

Semua terasa laksana mimpi
Ya.. mimpi yang dianugerahkan oleh Pelangi di siang terik

Kau sosok yang tak akan pernah mungkin mampu ku gapai, meski engkau serasa memberi harapan tak akan pernah menjauh..

Kau mendekat dengan segala keindahan didalam gumpalan awan dan sepoi-sepoi dipenuhi cinta dan kasih yang kau curahkan

Seolah aku pangeran penuh mahkota engkau anggap, Seolah aku cerminan keindahan yang tiada cela

Tak terhitung berapa banyak gulir waktu yang dilalui bersama, tak terhitung berapa banyak kata yang telah terucap. 

Tak mampu tertampung segala tawa yang tercipta dan tak satu detikpun mampu aku tak mengingat karena rangkaian huruf dan senyuman selalu menghiasi mengalahkan batas-batas dalam ruang waktu

Baris demi baris kata yang menjadi kalimat cerita pengaduan tentang keseharian ketika aku dan kamu ternyata sama hanya karena 'alam' dan tubuh yang berbeda. 

Aku terbuai oleh kesempurnaan, Kesempurnaan yang jadi cerminanmu meski tidak jarang aku terpaksa mendengar 
"Hei siapa kau yang tak tahu diri itu"  Begitu sayup-sayup kudengar sembari melihat ke arahku. 

Namun aku tak peduli karena kau sahabatku selalu ada untukku,

Berat rasanya, cerah itu berganti kelabu, kicauan burung berganti erangan hujan dan angin kencang.

Laksana waktu secepat membalikkan telapak tangan, tanpa kehangatan dikala fajar sedang menyingsing di ufuk timur.

Terimakasih sahabatku, terimakasih atas senyuman, warna dan canda tawa yang pernah kita ukir bersama diatas pasir putih yang akhirnya hilang disapu ombak. 

Kini aku sendiri seperti kamu, kembali ke dunia yang sebelumnya kutempati dan kujalani.

Dalam relung hati kutermenung meratapi lara dengan Kelirihan yang tak pernah ku mengerti karena waktu telah tiba saatnya harus berpisah. 

Tak ada lagi kata yang mampu menulis betapa aku tak menginginkan perpisahan ini, tapi itulah hidup ibarat siang dan malam, ibarat tangis dan tawa. 

Selamat berpisah, salam persahabatan.

Medan, 
Rabu, 27 November 2019 
Marlius Telaumbanua
Comments

Silahkan berikan komentar sesuai topik.
EmoticonEmoticon