Peran Tokoh Agama Meminimalisir Tindakan Kriminal Anak - Marlius Telaumbanua

Berisi Tentang Info Edukasi, Nias dan Hasil Karya

Jumat, 05 Juli 2019

Peran Tokoh Agama Meminimalisir Tindakan Kriminal Anak

Marlius Telaumbanua

Gunungsitoli, Peran para tokoh terutama tokoh agama sangat penting dalam meminimalisir timbulnya tindakan kriminal ditengah-tengah masyarakat khususnya di wilayah Kepulauan Nias.

Hal tersebut disampaikan Marlius Telaumbanua salah seorang mantan Koordinator Pusat Pengembangan Anak di Kecamatan Tuhemberua kepada corongnias.com melalui pers rilis, Minggu (23/6/2019) menyikapi kejadian nahas yang menimpa salah seorang pendamping desa di wilayah Kota Gunungsitoli.

Marlius yang juga merupakan mantan Wakil Ketua DPC GMNI Gunungsitoli Bidang Penelitian dan Pengembangan Periode 2010 - 2012 menjelaskan bahwa penanaman nilai-nilai rohani akan berdampak positif kepada anak jika terus menerus disampaikan selain 'family discipleship' dari keluarga si anak itu sendiri.

Sebagai seorang yang saat ini fokus dibidang pendidikan, Marlius menilai pendidikan karakter tidak menjadi prioritas utama orang tua dan para tokoh dalam membimbing anak-anak kearah yang lebih baik sehingga anak anak usia sekolah menjadi seperti kehilangan kepribadian.

"Kita bisa melihat saat ini sebagian anak usia usia sekolah mengalami krisis moral baik dari segi etika pergaulan, komunikasi dan cara pandang yang diakibatkan dari pergeseran nilai budaya positif, kurangnya nilai family discipleship atau pemuridan dalam keluarga serta peran tokoh agama dalam pembimbingan anak tidak dijadikan fokus utama," terangnya.

Dalam pembimbingan anak, setiap pihak terkait harus melindungi anak dari segala bentuk kekerasan yang meliputi kekerasan fisik; kekerasan seksual; kekerasan emosional dan tindakan pengabaian.

Sejumlah pihak selama ini tidak sadar sering melakukan tindakan kekerasan terhadap anak khususnya kekerasan emosional dan tindakan pengabaian seperti halnya dapat dilihat dari perubahan tingkah laku anak dari periang tiba-tiba menjadi depresi, pendiam dan merasa dirinya tidak berharga.

Demikian halnya juga ketika orang tua atau pihak terkait tidak bersedia untuk memfasilitasi seorang anak walaupun memiliki sumber daya yang memadai atau cara-cara lain untuk mencapai hal tersebut, maka hal tersebut juga merupakan tindakan kekerasan terhadap anak.

Oleh karena itu, dia berharap kedepannya adanya kerjasama yang baik disemua pihak, baik pihak Kepolisian, Tokoh Agama, Keluarga dan lembaga pendidikan untuk bersinergi dalam membentuk karakter anak dan menyadarkan anak akan tindakan yang menyimpang seperti seks bebas, seks sesama jenis, narkoba, judi dan minuman keras demi masa depan Nias yang lebih baik.

Dipublikasikan di Media Online CORONGNIAS.COM pada Minggu 23 Juni 2019
Comments

Silahkan berikan komentar sesuai topik.
EmoticonEmoticon