Ketika Emosi Berujung Malapetaka - Marlius Telaumbanua

Berisi Tentang Info Edukasi, Nias dan Hasil Karya

iklan banner

Senin, 02 Februari 2015

Ketika Emosi Berujung Malapetaka

Emosi merupakan sebuah rasa yang selalu ada disetiap orang, bahkan perasaan ini terkadang membawa orang kedalam lembah kekelaman dan kepahitan, sehingga emosi haruslah di kontrol dengan baik. 

Emosional
Apapun masalah yang sedang kita hadapi, haruslah kita siap hadapi dengan tenang dan tidak panik, apalagi membuat keputusan yang baik tentunya tidak akan bisa didapatkan ketika emosional seseorang tidak terkontrol. Pepatah Cina berkata, "Kalau anda ingin mengambil sebuah keputusan yang baik, lakukan sesudah makan, mandi dan beristirahat." 

Bisa kita jelaskan bahwa, pepatah diatas memang ada benarnya, dimana ketika sudah kenyang secara jasmani dan rohani, tentu lah bugar dan gampang mengambil keputusan, demikian juga ketika sudah mandi dan badan segar karena istrahat yang cukup, seperti pepatah latin mengatakan, "mensano in corporisano" dimana ada tubuh yang sehat disitu ada jiwa yang kuat. 

Selain itu, seorang ahli Emotional Quotient Daniel Coleman pernah berkata bahwa, "EQ adalah suatu alat yang meramal siapa yang akan berhasil hidup. Karena derajat keberhasilan dalam hidup kita sesungguhnya merupakan masalah pengendalian diri kita sendiri dalam berhubungan dengan orang lain." 

Berdasarkan penelusuran penulis dari berbagai sumber, emosi dapat dihindari dengan cara: mengenali dasar/latar belakang munculnya emosi dengan menarik napas dan tidak terburu-buru meluapkan perasaan emosi; mencari ketenangan dan mencoba menenangkan diri. 

Oleh karena hal tersebut, disini penulis berpesan, siapapun anda dan dimanapun berada, keputusan ada ditangan anda-anda semua, untuk kebaikan kita bersama, kontrollah emosi anda.
Comments

Silahkan berikan komentar sesuai topik.
EmoticonEmoticon