Aspek Penting Dalam Mendidik Anak Sejak Usia Dini - Marlius Telaumbanua

Berisi Tentang Info Edukasi, Nias dan Hasil Karya

iklan banner

Selasa, 10 Maret 2015

Aspek Penting Dalam Mendidik Anak Sejak Usia Dini

Grup Pemain Angklung di Lahewa 
Anak merupakan aset utama dalam memajukan sebuah bangsa, karena anak adalah generasi penerus yang akan terus menata sebuah sistem dalam sebuah organisasi, ibarat dalam keluarga, anak merupakan penerus garis keturunan sekaligus cara eksistensi/mempertahankan keberadaan dari salah satu keturunan. 

Terkhusus di Kepulauan Nias, kita harus mengakui bahwa kurangnya sumber daya manusia menjadi salah satu faktor utama terhambatnya beberapa kegiatan di segala aspek, seperti halnya program pemerintah di bidang informatika teknologi dengan adanya internet memasuki pelosok-pelosok, namun sangat disayangkan operator dan teknisi untuk kelancaran program tersebut masih sangat sulit di dapatkan di kepulauan Nias, sehingga program seperti itu terkesan sia-sia bahkan hampir tak berarti apa-apa. 

Beranjak dari studi kasus diatas, disini penulis mencoba memberi sebuah gambaran tentang anak dan bagaimana mengembangkan mereka sehingga terciptalah anak-anak yang mampu merubah Nias ini dari segala keterpurukan menjadi jaya dan sejahtera 20 tahun kedepan. 

Seperti kita ketahui bersama, menurut para pakar Golden Age atau masa keemasan, adalah “masa-masa penting anak yang tidak bisa diulang”. Beberapa pakar menyebutkan sedikit perbedaan tentang rentang waktu masa golden age, yaitu 0-2 th, 0-3 th, 0-5 th atau 0-8 th, namun semuanya sepakat bahwa awal-awal tahun pertama kehidupan anak adalah masa-masa emas mereka. 

Pada masa-masa ini, kemampuan otak anak untuk menyerap informasi sangat tinggi. Apapun informasi yang diberikan akan berdampak bagi si anak di kemudian hari. Hal tersebut senada dengan apa yang disampaikan oleh Brazelton seorang ahli Perkembangan dan Perilaku Anak dari Amerika bernama Brazelton di dalam sebuah penelitian menyebutkan bahwa pengalaman anak pada bulan dan tahun pertama kehidupannya sangat menentukan apakah anak ini akan mampu menghadapi tantangan dalam kehidupannya dan apakah ia akan menunjukkan semangat tinggi untuk belajar dan berhasil dalam pekerjaannya. Agar masa keemasan ini termanfaatkan secara optimal, maka orangtua diharapkan dapat melakukan proses pengasuhan dan pendidikan dengan cara yang optimal pula. 

Selain kemampuan dan pengetahuan, orangtua juga memerlukan media pendukung untuk membantu proses tersebut. Namun demikian, hal diatas bukan berarti para orang tua dan semua aspek yang punya peran dalam mengembangkan anak, hanya focus pada usia anak 0 – 8 tahun, tetapi harus terus menerus untuk memastikan anak menjadi benar-benar sesuai dengan yang di harapkan. 

Disini penulis mencoba menguraikan beberapa aspek penting dalam menumbuhkembangkan anak menuju masa depan yang cerah, yakni Aspek Kognitif; Fisik; sosio-emosional dan spiritual. 1. Aspek Kognitif Aspek Kognitif merupakan aspek yang membahas tentang pengetahuan anak atau sering disebut dengan kecerdasan intelektual, hal ini berarti orang tua harus memaksimalkan dan mendorong anak terus belajar, tidak hanya merasa puas ketika anaknya dapat membaca dan menulis tetapi mendorong anak belajar terus bukan hanya memastikan anak tidak bolos disekolah tetapi selalu mengawasi kemajuan dan cara belajar anak dirumah. 2. Aspek Fisik Aspek fisik merupakan aspek yang membahas tentang kesehatan jasmani anak, dimana anak untuk mendapatkan kecerdasan yang maksimal secara kognitif tentunya wajib mendapatkan asupan gizi yang baik, tempat tinggal yang layak serta lingkungan yang bebas dari segala jenis penyakit. 3. Aspek Sosio Emosional Di aspek ini, anak di bimbing untuk mampu bersosialisasi dan beradaptasi dilingkungan, sehingga anak tidak menjadi anak yang cuek dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar, akibat konsentrasi penuh dalam hal mengembangkan kecerdasan intelektual semata. 4. Aspek Spiritual Pada aspek yang terakhir ini, anak diajarkan dan dibimbing tentang akhlak dan sikap yang benar, serta menanamkan nilai-nilai spiritual untuk menghindari anak menyalah gunakan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki ke arah yang tidak baik, seperti menghindari anak menjadi teroris karena kesalahan dalam memahami nilai-nilai agama dan lain sebagainya. 

Berdasarkan dari uraian diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa, 4 aspek tersebut merupakan aspek yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dimana di mulai dari input (anak); proses; output (keluaran) hingga sampai pada outcome. 

Oleh karena itu, penulis mempunyai harapan, dimana saatnya anak Nias di bimbing, dididik dan di ajarkan sesuai dengan 4 aspek diatas, sehingga kedepan Nias tidak tergolong lagi daerah terpencil tetapi menjadi daerah yang maju dan pulau yang patut diteladani karena memiliki sumber daya manusia yang banyak dan handal dan mampu beradaptasi di segala aspek serta memiliki nilai-nilai spiritual yang tinggi.
Comments

Silahkan berikan komentar sesuai topik.
EmoticonEmoticon